Secuil Kenangan


Seperti biasanya tak ada yang berubah dari tempat ini.
Sejak terakhir aku meninggalkan tempat ini masih sama. Entah itu hanya sudut pandangku atau memang akulah yang tidak menyadari ada yang berubah. Bagiku tempat ini masih sama...
Kulangkahkan kakiku memasuki ruang yang cukup besar itu.
aku tersenyum, rasanya masih seperti angan-angan aku berada lagi ditempat ini.
Kau tahu? Entah mengapa aku merasakan adanya dirimu disini. Serasa saat ini kau bersamaku padahal dengan pasti hanya ada aku seorang disini.
Kutelusuri bagian demi bagian rak berbentuk balok , telah kudapati beberapa dari yang kucari.
Sejenak aku terdiam dikursi ku. Membalik-balik lembar demi lembar kertas.
Layaknya aku yang sedang mencari keberadaan dirimu.
Sekilas terlintas dalam benakku, apakah kita bisa bertemu? Apakah kau akan mengenaliku dalam pandangan pertama? Kurasa tidak, namun aku berharap iya.Sungguh konyol pikirku.

Namun jika kau bertanya padaku " Bagaimana denganmu?" kau tak perlu takut. Aku pasti bisa langsung mengenal dirimu, meskipun selama ini hanya dari sebuah gambar yang kulihat tapi aku yakin aku bisa mengenal dirimu. Karena potret dirimu telah lama bersemayam di diriku.
Itulah jawabanku.
Aku kembali tersadar, waktuku tidaklah banyak dan aku tidak bisa untuk terus-terusan memikirkan dirimu, aku juga harus menyelesaikan apa yang menjadi tugasku sekarang. Supaya suatu saat nanti ketika kita bertemu kau kan kagum padaku. Aku hanya berusaha untuk menjadi yang terbaik.
Kembali ku balik lembar-lembar kertas berukuran sangat tipis itu.
Mendadak sebuah bunyi pintu terbuka terdengar olehku. Aku menoleh melihat jam , masih terlalu pagi untuk datang ke tempat ini pikirku. Mengingat aktivitas pagi yang begitu padat.
Ada rasa berdegup gugup yang kurasa saat itu juga. Semacam rasa gelisah yang tak kuketahui sebabnya.
Aku berusaha untuk tetap tenang dan berpikir possitive , ini hanyalah sekedar perasaan. Mungkin karena aku type orang yang terlalu berfous pada feeling.
Kusegerakan menyudahi tugasku hari ini,lebih baik cepat kuselesaikan mengingat waktu dan aku harus segera kembali.
Beberapa menit kemudian aku selesai. segera ku kembalikan kumpulan-kumpulan kertas itu pada tempatnya.
Dug dug dug.. aku merasa gugup lagi, gelisah tak karuan.
Aku harus cepat keluar dari sini, saat ketika kuletakkan tumpukan kertas itu sesosok lelaki melintas tepat didepan ku.
Sekilas kulihat seakan-akan aku mengenalinya, dari balik celah tak begitu jelas bagaimana rupa sosok itu. yang aku tahu dia tersenyum ketika menemukan tumpukan kertas yang dicarinya.

Sontak aku tersadar akan senyuman itu , persis sekali dengan senyuman milik dirimu.
Hatiku berdebar ku letakan tanganku menggenggam erat di dadaku.
Kulangahkan kaki berinjit-injit kecil saat kudapati dirimu melangkah ke luar ruangan.
Itu dirimu? Iya itu dirimu. Tinggimu yang semampai dengan alis kecil yang begitu hitam , kumis tipis rapi dan cerahnya warna kulitmu.
Basah pipiku dengan setetes air yang entah kapan sudah turun.
Akhirnya aku bertemu denganmu akhirnya aku menemukan dirimu.
Meski yang kulihat hanya punggung sosok lelaki , namun aku sangat yakin itu dirimu.
Meski samar kulihat, namun aku tau itu dirimu.
Sosok laki-laki yang belakangan ini mengalihkan pikiranku, mengambil ahli semua yang ada dalam diriku yang membuatku tidak menjadi seperti yang biasanya.

Aku berteriak memanggil dirimu namun tak juga kau menoleh melihat kearahku.
Aku terus memanggil dirimu namun kau tetap tak melihat kearahku.
hahaha, aku tertawa sampai malam datangpun kau takkan menoleh kerahku.
aku memanggilmu tanpa suara. Lidahku kelu saat menyebut namamu.
Oh tuhan, inikah kehendakmu.
Bahkan saat aku berada disampingnya jika kau tak mengkehendaki untuk mata kami berjumpa maka takkan terjadi.
Aku tau bahwa aku mungkin tak siap untuk pertemuan ini, aku tak siap untuk memandang wajahnya lekat-lekat. Untuk mendengar suara indahnya. Untuk membalas tatapan matanya.
Namun aku bersyukur aku telah menemukannya, setidaknya aku bisa melihatnya sebentar sebelum kepergian diriku.
Dan biarlah ini hanya menjadi rahasia Engkau dan aku.
Aku berterima kasih karena-Mu aku memiliki satu moment yang mugkin hanya sekali dapat terjadi.
Dan aku kan menajadikannya bagian dari kenangan terindahku.
Dengan Harapan suatu saat nanti aku bisa melihatnya.
I'am Waiting for you..
Fondly,Goodbye.

Oleh : Karina Mutiara